Usai sudah semuanya.
Semua hal yang telah kita lalui bersama.
Sekitar 82209600 detik kita bersama.
Setelah tidak bersama lagi, aku lihat kamu memang lebih bahagia tanpa diriku.
Mungkin ini cara Allah memberi tahu bahwa diriku bukan yang terbaik untuk mu. Atau mungkin kamu bukan yang terbaik untukku.
Aku sedih. Mengapa aku pernah mengenalmu. Aku benci akan semua hal yang kamu lakukan untuk diriku. Aku kesal hanya bisa mengenang semua itu.
Andai waktu bisa di putar kembali.
Mungkin aku tidak ingin mengenal dirimu.
Karna aku tidak bisa bersamamu lebih lama.
Dan kamu bukan milikku lagi.
Selasa, 19 Mei 2015
Rabu, 25 Februari 2015
Lelah
Lelah datang konsentrasi hilang.
Ingin berdiam, butuh kesunyian, tidak perlu orang lain, perlu diri sendiri untuk meraih ketenangan.
Ya Allah.. Salahku apa hari iniš
Semua membuat emosiku naik.
Butuhh dirinya untuk bersandarš„
Tidak perlu orang banyakš cukup dirinya untuk diriku bersandarš„
Melelahkan, menaikan emosi, ingin marah, ingin teriak, tapi itu temanku.
Teman yang mampu menggapai puncak emosiku tertinggi.
Sudah menahan dari pagi ini. Tetap saja tidak bisa.
Andai dia bisa mengerti.
Awalnya sudah memang tidak suka dengannya karena dia senang sekali menjatuhkan orang lain. Beri kesabaran lebih kepadaku ya Allah š„
Ingin berdiam, butuh kesunyian, tidak perlu orang lain, perlu diri sendiri untuk meraih ketenangan.
Ya Allah.. Salahku apa hari iniš
Semua membuat emosiku naik.
Butuhh dirinya untuk bersandarš„
Tidak perlu orang banyakš cukup dirinya untuk diriku bersandarš„
Melelahkan, menaikan emosi, ingin marah, ingin teriak, tapi itu temanku.
Teman yang mampu menggapai puncak emosiku tertinggi.
Sudah menahan dari pagi ini. Tetap saja tidak bisa.
Andai dia bisa mengerti.
Awalnya sudah memang tidak suka dengannya karena dia senang sekali menjatuhkan orang lain. Beri kesabaran lebih kepadaku ya Allah š„
Jumat, 30 Januari 2015
Pada Paragraf yang Begitu Singkat.
Pada paragraf yang begitu singkat. Kau sempat menulis bekas luka. Disana kau dan aku dahulu dengan tabah menusun huruf demi huruf sambil belajar membuat narasi yang bahagia. Padahal akhir cerita tak bersahabat dengan waktu dan sisa rindu di sela kata terlalu lemah untuk patuh kepada air matamu. Tak ada jeda untuk kau tetap tinggal di hati ini.
Biarkan aku membiarkanmu pergi
Pada paragraf yang begitu singkat. Ada ingatan yang berkarat. Disana, aku dan kau terperangkap dalam kalimat pasif yang tak paham bagaimana cara menunggu.
Padahal cintamu telah luput di titik terdekat dan langkahku telah lumpuh di tanda tanya terjauh. Tak ada celah untukku pergi dari sini. Biarkan aku membiarkanmu kembali
Biarkan aku membiarkanmu kembali.
Biarkan aku membiarkanmu pergi
Pada paragraf yang begitu singkat. Ada ingatan yang berkarat. Disana, aku dan kau terperangkap dalam kalimat pasif yang tak paham bagaimana cara menunggu.
Padahal cintamu telah luput di titik terdekat dan langkahku telah lumpuh di tanda tanya terjauh. Tak ada celah untukku pergi dari sini. Biarkan aku membiarkanmu kembali
Biarkan aku membiarkanmu kembali.
Langganan:
Komentar (Atom)