kau mengenalku
kau didekatku
kau disisku
tapi kau membenciku
kau mencaciku sesuka hatimu
kamu mendekam seolah olah ingin menerkamku
kau jatuhkan aku disisi lainnnya
kau remehkan aku dengan bibir manismu
kau memang cantik, tapi tak secantik bibirmu dan hatimu
aku juga memang tak secantik dirimu
tak seindah itu untuk dipandang
namun ketika kau berbicara,
pisau itu bekerja.
Kamis, 10 November 2016
menunggu di sudut ruang berdebu.
Hei kamu,
Tidakkah kau lihat aku?
Apakah aku tidak semenarik dulu?
Dulu kau selalu memintaku sebagai teman hidupku
Dulu kau mencari aku saat waktu luangmu.
Dulu aku adalah kebutuhanmu
Tak bisakkah kita seperti dulu?
Seberapa menariknya dia hingga kamu tak bisa melepaskannya.
Seberapa memikatnya dia hingga menjadi yang pertama kau cari ketia kau bangun dari tidurmu.
Seberapa mencandunya dia hingga kamu rela mengalahkan waktu tidurmu untuk menemuinnya.
Hei kamu!
Aku disini!
Aku menantimu
Aku menunggumu
Aku mengharapkanmu
Di sudut ruang berdebu
disudut ruang bedebu.
tempatku menantimu, dari seseorang jauh disini
untuk kau yang jauh disana.
Hei kamu,
Tidakkah kau lihat aku?
Apakah aku tidak semenarik dulu?
Dulu kau selalu memintaku sebagai teman hidupku
Dulu kau mencari aku saat waktu luangmu.
Dulu aku adalah kebutuhanmu
Tak bisakkah kita seperti dulu?
Seberapa menariknya dia hingga kamu tak bisa melepaskannya.
Seberapa memikatnya dia hingga menjadi yang pertama kau cari ketia kau bangun dari tidurmu.
Seberapa mencandunya dia hingga kamu rela mengalahkan waktu tidurmu untuk menemuinnya.
Hei kamu!
Aku disini!
Aku menantimu
Aku menunggumu
Aku mengharapkanmu
Di sudut ruang berdebu
disudut ruang bedebu.
tempatku menantimu, dari seseorang jauh disini
untuk kau yang jauh disana.
Langganan:
Komentar (Atom)