Aku bagaikan anak kecil yang sedang belajar berjalan.
Perlahan berdiri dari kaki-kaki mungilku sendiri.
Hanya saja aku butuh orang lain untuk memulai semua itu.
Andaipun tiada yang menatihku.
Aku tetap mencoba meski harus jatuh sekalipun.
Itulah aku sama seperti saat kau tinggalkan diriku pergi.
Aku tertatih mencoba melupakanmu.
Meski perasaan ini memaksaku untuk mengigatmu.
Hanya bayang mu yang menghantuiku.
Hilangnya cintamu mencabik hatiku.
Dan aku lebih memilih cinta yang fana ini.
Hilangnya dirimu merobek jantungku.
Sampai aku terjatuh dalam kekosongan.
Di setiap benakku aku sebut namamu.
Saat ku harus memilih mengenangmu.
Dalam harapan ini aku ingin kamu slalu mengingatku.
Meski harus luka yang ku trima.
Kepergianmu sebarkan benih luka dalam hatiku.
Hilangnya cintamu hancurkan perasaan yang ada dalam diriku.
Satu di antara itu cintamu masih ku genggam
dan rindupun turut ikuti langkahku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar