Aku mulai merasakan kesepian ini.
Semakin merasakan amat sangat perihnya hati ini.
Entahlah mengapa...
Aku sempat takut kehilanganmu. Namun saat aku memikirkan itu, hatiku mulai tidak peduli. Hati ini mulai tak acuh.
Namun saat aku merasa kesepian, hati ini terasa sangat perih memikirkanmu.
Aku tak tau kamu sedang melakukan apa, sedang dimana, bahkan tak tau kamu sedang dengan siapa. Aku sangat rindu kamu rasanya. Aku bisa bersabar saat kamu membalas pesan singkatku dengan pesanmu yang lebih singkat. tetapi mungkin tidak lebih dari 3-5 jam saja. Lebih dari itu hatiku mulai hancur. Ingin marah rasanya. Tetapi tak ada daya kuasa untuk marah denganmu apalagi sampai keluar beberapa kata yang akan menyakitkanmu. Aku lebih bisa bersabar saat kamu pergi entah kemana. meskipun aku tau aku akan merasakan sakit dibagian kepalaku karna aku memendam, tapi tidak apalah. Tak seberapa denganmu yang sering sekali mengalah untuku. Dibanding saat aku benar benar tidak bisa melawan emosiku.
Saat tidak bersamamu. Ataupun ada komunikasi yang memungkinkan, ponselku mulai terus bergetar, setelah kulihat beberapa kali berulang. Itu semua bukan dari kamu. Aku berharap dari kamu. Tetapi lebih banyak dari kerabat kedekatku. Bahkan tak jarang saat aku mengganti personal message di BBM sebagian yang merespon adalah pria. Tak sampai hati ini untuk membalas semua message itu. Aku lebih memilih memunggu kamu membaca pesan itu dan membalasnya. Terkadang hati ini tak kuasa saat kamu merespon dan bertanya. Sering sekali aku menyembunyikan maksud dari pesan itu. Namun aku sama sekali tidak mau kamu sakit hati. Apalagi sampai kita bertengkar. Sudah jarang ketemu. Sekali ada komunikasi kita bertengkar. Apa jadinya hati ini. Sudah hancur makin remuk saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar